Dengan Nama Allah

Semoga Allah membuka ruang hati untuk diisi dengan manfaat dan meletakkan DIA di tempat yang KUKUH dan TEGUH.Segala isi manfaat di dalam blog ini dibenarkan untuk di kongsi bersama,copy paste dan sebagainya.dengan menyatakan link blog ini.semoga Allah REDHA~!

JITIS

Saturday, March 20, 2010

mulakan BERSYUKUR!

bismiLLAH
semoga Allah memberi kekuatan untuk kita bernafas,terus menggerakkan langkah kaki di dunia ini,terus berjalan maju,menuju redha Tuhan.
Alhamdulillah,hampir seminggu kita bercuti.Harapnya segala yang kita ibadah yang amalkan di sekolah tidak turut 'cuti' disebabkan cuti panjang ini.Sepanjang jalanan hidup ini.senyum itu membawa bahagia,meski waktu perit diduga.Kelak akan Allah beri hadiah terindah buat kita.insyaAllah~




Syukur adalah ibadah yang sering ditinggalakan umat manusia banyak manusai gelisah hidup dalam ketakutan, hidup yang dibayangi dengan hal–hal yang tak mampu menikmati yang telah diberikan kepadanya, itu semua karena tidak kenal arti syukur pada Allah, rosul dalam hadis beliau yang pernah bersabda Orang yang paling syukur yang memiliki kona'ah orang yang menerima pemberian Allah, orang yang miskin selamanya adalah yang tak pernah mensyukuri nikmat Allah.

Menurut Alquran datangnya balak (bencana) adalah kerena kurang bersyukurnya kepada semua nikmat Allah, padahal kalau kita bersyukur pasti ditambah nikmat itu apapun bentukanya bisa berbentuk dhohir berupa ditambahnya hartanya dan yang lain adalah diberinya ketentraman jiwa, anak-anak yang sholeh dll belum lagi tambahan kelak di hari kiamat, ada kenikmatan yang lain dari semua yang diberikan Allah untuk hambanya adalah ketentraman jiwa sedangkan harta itu adalah yang paling rendah nilainya, karena Allah ingin menyiksa mereka dengan harta-hartanya, maksiat kita tidak akan mengurangi keagungan kerajaan Allah maka dari itu mereka sebenarnya memaksiati diri sendiri dan bila kita berbuat kebaikan tidak akan menambah megahnya kerajaan Allah itu artinya kita berbuat baik untuk diri sendiri.



BERHENTI MENGELUH,mulakan BERSYUKUR!

seringkali kita lalui detik hidup ini dengan berbagai keluhan.Keluhan susahnya menghadapi hidup,kurangnya kelengkapan hidup dan sebagainya.Berbagai ragam,berbagai kerunsingan menerjah di jiwa.Kadang kala kita juga sering menyatakan 'ke tidak cukupnya' sesuatu itu,padahal apa yang ada pada kita sebenarnya cukup sudah.PENING?
Contohnya dalam kehidupan ini,alangkah indahnya andai kita hiasi kehidupan ini dengan serba kesederhanaan.Tidak terlalu berlebih-lebih atau tidak terlalu kurang.Cukup untuk meneruskan hidup.Dapat kita lihat bagaimana keadaan orang yang berlebih-lebihan.Contohnya orang yang berharta, secara zahir kita dapat lihat betapa bahagianya mereka.Semua benda yang mereka mahu,mereka mampu untuk mendapatkannya.Namun secara batinnya keresahan jiwa itu tetap ada.Anasir luar yang membimbangnya contohnya pencuri atau musuh dalam perniagaan yang selalu berkeinginan untuk menjatuhkan kita.Lalu kepada siapa perlu kita meminta perlindungan melainkan ALLAH?

ikhwah dan akhwat,
antara SABAR dan SYUKUR,mana yang lebih sukar untuk mendapatkannya?
..................
jawapannya adalah SYUKUR.mengapa?

Sabar itu secara tidak langsung ia hadir bersama-sama dugaan yang tiba.Kesabaran itu menyinar bak cahaya yang berkilau di saat kegelapan jiwa tatkala diuji.Maka sabar itu mudah untuk dirasai oleh manusia..
NAMUN
begitu sukar untuk kita menyemai benih SYUKUR itu
mengapa?
bukankah nikmat yang terlalu banyak hadiah daripada Allah untuk kita itu telah kita rasai sepanjang nafas terhela?
namun apakah yang menyebabkan manusia sering alpa untuk merasai kesyukuran kepada Allah,selepas menikmati kenikmatan dan kelazatan hidup ini?
ya..seringkali kita berasa gembira dengan apa yang kita ada,apa yang kita dapat.
namun amAT kurang orang yang BERSYUKUR itu.
tiada bukti nikmat Allah ini sangat banyak?
jom kita sama-sama menyelami kalamNya yang indah..

1. Kehidupan dan kematian
 
     Bagaimana kamu mengkufuri (tidak mensyukuri nikmat)
     Allah, padahal tadinya kamu tiada, lalu kamu dihidupkan,
     kemudian kamu dimatikan, lalu dihidupkan kembali. (QS
     A1Baqarah [2]: 28).
 
2. Hidayat Allah
 
     Hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang
     diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur (QS Al-Baqarah
     [2]: 185).
 
3. Pengampunan-Nya, antara lain dalam firman-Nya.
 
     Kemudian setelah itu Kami maafkan kesalahanmu agar kamu
     bersyukur (QS Al-Baqarah [2]: 52)
 
4. Pancaindera dan akal.
 
     Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam
     keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, dan Dia memberimu
     pendengaran, penglihatan, dan hati, supaya kamu
     bersyukur (QS An-Nahl [16]: 78).
 
5. Rezeki
 
     Dan diberinya kamu rezeki yang baik-baik agar kamu
     bersyukur (QS Al-Anfal [8]: 26).
 
6. Sarana dan prasarana antara lain
 
     Dan Dialah (Allah) yang menundukkan lautan (untukmu)
     agar kamu dapat memakan daging (ikan) yang segar
     darinya, dan kamu mengeluarkan dan lautan itu perhiasan
     yang kamu pakai, dan kamu melihat bahtera berlayar
     padanya, dan supaya kamu mencari (keuntungan) dan
     karunia-Nya, dan supaya kamu bersyukur (QS An-Nahl [16]:
     14) .
Masih banyak lagi nikmat-nikmat  lain  yang  secara  eksplisit
disebut oleh Al-Quran.
 
Dalam  surat  Ar-Rahman  (surat  ke-55), Al-Quran membicarakan
aneka nikmat Allah dalam kehidupan  dunia  ini  dan  kehidupan
akhirat  kelak. Hampir pada setiap dua nikmat yang disebutkan.
Quran mengulangi satu  pertanyaan  dengan  redaksi  yang  sama
yaitu,
 
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu ingkari?
 
Pertanyaan tersebut terulang sebanyak tiga  puluh  satu  kali.
Sementara  ulama menganalisis jumlah itu dan mengelompokkannya
untuk sampai pada suatu kesimpulan.
 
Delapan pertanyaan berkaitan dengan nikmat-nikmat Tuhan  dalam
kehidupan   di   dunia  ini,  antara  lain  nikmat  pengajaran
Al-Quran,  pengajaran  berekspresi,  langit,  bumi,  matahari,
lautan, tumbuh-tumbuhan, dan sebagainya.
 
Tujuh  pertanyaan  berkaitan  dengan  ancaman  siksa neraka di
akhirat nanti. Perlu diingat bahwa ancaman adalah bagian  dari
pemeliharaan dan pendidikan, serta merupakan salah satu nikmat
Tuhan.
 
lapan pertanyaan berkaitan dengan nikmat-nikmat  Tuhan  yang
diperoleh dalam surga pertama.
 
lapan  pertanyaan  berkaitan  dengan  nikmat-nikmat-Nya pada
surga kedua.
 
Dari hasil pengelompokan demikian, para ulama menyusun semacam
"rumus", yaitu siapa yang mampu mensyukuri nikmat-nikmat Allah
yang disebutkan dalam  rangkaian  delapan  pertanyaan  pertama
--syukur seperti makna yang dikemukakan di atas-- maka ia akan
selamat dari ketujuh pintu neraka yang disebut  dalam  ancaman
dalam tujuh pertanyaan berikutnya. Sekaligus dia dapat memilih
pintu-pintu mana saja dari kedelapan pintu surga,  baik  surga
pertama  maupun  surga  kedua, baik Surga (kenikmatan duniawi)
maupun kenikmatan ukhrawi.

 
BILAKAH MASANYA UNTUK KITA BERSYUKUR??
Segala puji bagi Allah yang memelihara apa yang ada di

langit dan apa yang ada di bumi, dan bagi-Nya (pula)

segala puji di akhirat. Dialah yang Maha Bijaksana lagi

Maha Mengetahui (QS Saba' [34]: l).

Ayat ini menunjukkan bahwa Allah Swt.  harus  disyukuri,  baik
dalam  kehidupan dunia sekarang maupun di akhirat kelak. Salah
satu ucapan syukur di akhirat adalah dari  mereka  yang  masuk
surga yang berkata,
 
Al-hamdulillah --segala puji bagi Allah-- yang memberi
petunjuk bagi kami (masuk ke surga ini). Kami tidak

memperoleh petunjuk ini, seandainya Allah tidak

memberikan kami petunjuk (QS Al-A'raf [7]: 43).
 
Demikian terlihat bahwa syukur dilakukan  kapan  dan  di  mana
saja di dunia dan di akhirat.
 
Dalam  konteks  syukur  dalam  kehidupan  dunia  ini, A1-Quran
menegaskan bahwa Allah Swt. menjadikan  malam  silih  berganti
dengan  siang,  agar  manusia dapat menggunakan waktu tersebut
untuk merenung dan bersyukur, "Dia yang menjadikan  malam  dan
siang   silih   berganti,  bagi  orang  yang  ingin  mengambil
pelajaran atau orang yang ingin bersyukur (QS A1-Furqan  [25]:
62).
 
Dalam surat Ar-Rum (30): 17-18 Allah memerintahkan,
 
Maka bertasbihlah kepada Allah di waktu kamu berada di petang hari, dan waktu kamu berada di waktu subuh, dan bagi-Nyalah segala puji di langit dan di bumi dan di waktu kamu berada pada petang hari dan ketika kamu berada di waktu zuhur.
 
Segala  aktivitas  manusia  --siang  dan   malam--   hendaknya
merupakan  manifestasi  dari  syukurnya.  Syukur  dengan 1idah
dituntut saat seseorang merasakan  adanya  nikmat  Ilahi.  Itu
sebabnya    Nabi    Saw.   tidak   jemu-jemunya   mengucapkan,
"Alhamdulillah" pada setiap situasi dan kondisi.
 
Saat bangun tidur beliau mengucapkan,
 
     Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan
     (membangunkan) kami, setelah mematikan (menidurkan) kami
     dan kepada-Nya-lah (kelak) kebangkitan.
 
Atau membaca,
 
     Segala puji bagi Allah yang mengembalikan kepadaku
     ruhku, memberi afiat kepada badanku, dan mengizinkan aku
     mengingat-Nya.
 
Ketika bangun untuk ber-tahajjud beliau membaca,
Sesudah makan beliau mengucapkan,
 
     Segala puji bagi Allah yang memberi kami makan dan
     memberi kami minum dan menjadikan kami (kaum) Muslim.
 
Ketika akan tidur, beliau berdoa,
 
     Wahai Allah, bagimu segala pujian. Engkau adalah
     pengatur langit dan bumi dan segala isinya. Bagimu
     segala puji, Engkau adalah pemilik kerajaan langit dan
     bumi dan segala isinya ...
 
Ketika berpakaian beliau membaca,
 
     Segala puji bagi Allah yang menyandangiku dengan
     (pakaian) ini, menganugerahkannya kepadaku tanpa
     kemampuan dan kekuatan (dari diriku).
 
 
     Dengan namamu Ya Allah aku hidup dan mati. Wahai Allah,
     bafli-Mu segala puji, Engkau Pemelihara langit dan bumi.
 
Demikian seterusnya pada setiap saat, dalam  berbagai  situasi
dan kondisi.
 
Apabila seseorang sering mengucapkan al-hamdulillah, maka dari
saat ke saat ia akan selalu merasa berada dalam curahan rahmat
dan kasih sayang Tuhan. Dia  akan  merasa  bahwa  Tuhan  tidak
membiarkannya sendiri. Jika kesadaran ini telah berbekas dalam
jiwanya, maka seandainya pada suatu, saat ia  mendapat  cobaan
atau merasakan kepahitan, dia pun akan mengucapkan,
 
     Segala puji bagi Allah, tiada yang dipuja dan dipuji
     walau cobaan menimpa, kecuali Dia semata.
 
Kalimat semacam ini terlontar, karena  ketika  itu  dia  sadar
bahwa  seandainya  apa yang dirasakan itu benar-benar mempakan
malapetaka,  namun  limpahan  karunia-Nya   sudah   sedemikian
banyak,  sehingga cobaan dan malapetaka itu tidak lagi berarti
dibandingkan dengan besar dan banyaknya karunia selama ini.
 
Di samping itu akan terlintas  pula  dalam  pikirannya,  bahwa
pasti   ada  hikmah  di  belakang  cobaan  itu,  karena  Semua
perbuatan Tuhan senantiasa mulia lagi terpuji.
 sumber:
WAWASAN AL-QURAN
oleh Dr. M. Quraish Shihab, M.A.



Cuba renungi saudara kita yang serba kekurangan seperti di negara-negara yang sedang dalam keadaan peperangan.Mereka sanggup makan rumput atau apa-apa sahaja semata-mata untuk mengisi laparnya perut.Kita di sini boleh pula membazir ketika menjamu selera dengan hidangan bermacam-macam aneka masakan.Dimanakah rasa SYUKUR kita?


Dan sesungguhnya Kami telah menganugerahkan kepada Luqman hikmah, yaitu: "Bersyukurlah kepada Allah. Dan barang siapa yang bersyukur (kepada Allah), maka
sesungguhnya ia bersyukur untuk (manfaat) dirinya sendiri."

"Dan barangsiapa yang bersyukur, maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri, dan barangsiapa yang kufur (tidak bersyukur), maka sesungguhnya Tuhanku Maha kaya (tidak membutuhka sesuatu) lagi Mahamulia" (QS An-Naml [27]: 40)
 



sama-samalah kita berhenti merungut,mulakan bersyukur.semoga kita menjadi golongan yang sedikit itu..
ayuh kita bersama-sama..
BERHENTI MENGELUH,
MULAKAN BERSYUKUR!


waLLAHU a'lam~

No comments:


Binnabil Huda - Unic
Mp3-Codes.com